Orang Kaya Masih Beli Asuransi

Mungkin saja judul artikel diatas akan membuat Anda bertanya-tanya, untuk apa jika sudah kaya dan punya banyak uang masih saja beli asuransi? Padahal orang kaya pastinya punya cukup dana untuk menanggung sendiri.

Pola pikir orang kaya berfokus pada pembentukan aset. Umumnya mereka memiliki satu atau beberapa jenis aset yang menghasilkan seperti bisnis yang terus berkembang, royalti atau bahkan uang dari properti yang dimiliki. Semua kerja yang mereka lakukan bermuara pada terciptanya aset baru. Konsep menjadi kaya adalah sangat sederhana: menghasilkan banyak tetapi sedikit mengeluarkan.

nabung

Saat seseorang membeli polis asuransi, sebenarnya ia sudah membentuk dana darurat untuk melindungi aset dengan cara yang efisien dan cepat. Hanya dengan membayar sejumlah premi, orang tersebut akan mendapatkan nilai perlindungan yang jumlahnya jauh lebih besar daripada premi yang disetor. Bukankah cara ini akan menjaga aset yang dimiliki?

Silahkan perhatikan contoh polis dibawah yang dari seseorang yang termasuk mempunyai banyak uang

polisorangkaya

Jika tidak mempunyai asuransi, saat musibah terjadi aset yang sudah ada bisa saja cukup untuk mengatasi biaya yang timbul, tapi bukankah itu akan mengorbankan kerja keras selama bertahun – tahun?

Orang yang kaya, meskipun memiliki aset tetap saja akan memilih tidak mengorbankan aset yang dimiliki. Mereka akan memilih untuk melindungi bahkan menambah aset mereka. Orang kaya berpikir secara jangka panjang untuk masa depan keluarganya yang lebih baik, itulah mengapa orang yang kaya membutuhkan asuransi bagi untuk kehidupan mereka.

Jadi, bagi teman-teman, silahkan dipikirkan kembali, mau tanggung sendiri atau pakai uang asuransi?

Salam,

Caroline
Allianz Life Indonesia
SMS/WA: 08551140663
ca12olin3@gmail.com

Gaya Hidup Berasuransi

Asuransi sebenarnya sudah ada sejak lama di Indonesia, namun karena kesadaran masyarakat yang masih minim maka perlu edukasi akan pentingnya manfaat asuransi.

Yang perlu diingat adalah asuransi itu penting untuk mengalihkan risiko yang mungkin terjadi pada diri anda. Apa yang akan terjadi ketika seorang yang menjadi kepala keluarga dan tulang punggung keluarganya tiba-tiba mengalami kecelakaan dan perlu dirawat di rumah sakit? pastinya sebagai anggota keluarga akan sangat terpukul akan sekuat tenaga mencari cara supaya sang  kepala keluarga tercinta bisa pulih kembali. Terbayangkah berapa biaya yang perlu dikeluarkan anggota keluarga untuk biaya perawatan di rumah sakit apabila sang kepala keluarga tidak ada asuransi?  Bisakah biaya tersebut dibayarkan belakangan ke rumah sakit? Hal ini tentunya menjadi beban pikiran.

image

Lain hal jika kepala keluarga tersebut punya asuransi, anggota keluarga bisa bernapas lega dan tidak pusing karena biaya perawatan rumah sakit akan ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Sayangnya masih sedikit yang mengerti manfaat asuransi sehingga asuransi belum menjadikan asuransi bagian dari gaya hidup.

Kalau dibandingkan dengan masyarakat di negara maju, kesadaran masyarakat kita terhadap asuransi masih terbilang minim. Kalau di negara maju masyarakatnya rela kehilangan sebagian kecil uang untuk asuransi daripada kehilangan uang lebih besar saat terjadi hal-hal yg tidak diinginkan. Sampai-sampai penyanyi, atlit atau artis terkenalnya pun mengasuransikan bagian tubuh mereka. Nah sedangkan masyarakat kita masih lebih takut kehilangan uang untuk asuransi. Akibatnya kehilangan uang yang lebih besar lagi ketika terjadi resiko yang tidak diharapkan, misalnya: meninggal,kecelakaan, dan sakit kritis.

Apakah anda masih menolak dengan alasan belum perlu ketika ditawarkan atau dijelaskan manfaat asuransi oleh agen asuransi? Coba pikirkan kembali manfaatnya. Jangan sampai anda kehilangan tabungan waktu terjadi musibah. Ingat loh musibah itu datangnya tanpa diduga. Daripada sudah jatuh tertimpa tangga nantinya, bukankah sebaiknya sedia payung sebelum hujan?

Salam,

Caroline
Allianz Life Indonesia
SMS/WA: 08551140663
ca12olin3@gmail.com