Uncategorized

Asuransi Sebagai Kebutuhan

Asuransi sebenarnya sudah ada sejak lama di Indonesia, namun karena kesadaran masyarakat yang masih minim maka masih perlu edukasi akan pentingnya manfaat asuransi.

Yang perlu diingat adalah asuransi itu penting untuk mengalihkan risiko yang mungkin terjadi pada diri anda. Apa yang akan terjadi ketika seorang yang menjadi kepala keluarga dan tulang punggung keluarganya tiba-tiba mengalami kecelakaan dan perlu dirawat di rumah sakit? pastinya sebagai anggota keluarga akan sangat terpukul akan sekuat tenaga mencari cara supaya sang  kepala keluarga tercinta bisa pulih kembali. Terbayangkah berapa biaya yang perlu dikeluarkan anggota keluarga untuk biaya perawatan di rumah sakit apabila sang kepala keluarga tidak ada asuransi?  Bisakah biaya tersebut dibayarkan belakangan ke rumah sakit? Hal ini tentunya menjadi beban pikiran.

image

Lain hal jika kepala keluarga tersebut punya asuransi, anggota keluarga bisa bernapas lega dan tidak pusing karena biaya perawatan rumah sakit akan ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Sayangnya masih sedikit yang mengerti manfaat asuransi sehingga asuransi belum menjadikan asuransi bagian dari gaya hidup.

Kalau dibandingkan dengan masyarakat di negara maju, kesadaran masyarakat kita terhadap asuransi masih terbilang minim. Kalau di negara maju masyarakatnya rela kehilangan sebagian kecil uang untuk asuransi daripada kehilangan uang lebih besar saat terjadi hal-hal yg tidak diinginkan. Sampai-sampai penyanyi, atlit atau artis terkenalnya pun mengasuransikan bagian tubuh mereka. Nah sedangkan masyarakat kita masih lebih takut kehilangan uang untuk asuransi. Akibatnya kehilangan uang yang lebih besar lagi ketika terjadi resiko yang tidak diharapkan, misalnya: meninggal,kecelakaan, dan sakit kritis.

Apakah anda masih menolak dengan alasan belum perlu ketika ditawarkan atau dijelaskan manfaat asuransi oleh agen asuransi? Coba pikirkan kembali manfaatnya. Jangan sampai anda kehilangan tabungan waktu terjadi musibah. Ingat loh musibah itu datangnya tanpa diduga. Daripada sudah jatuh tertimpa tangga nantinya, bukankah sebaiknya sedia payung sebelum hujan?

Salam,

Caroline
Allianz Life Indonesia
SMS/WA: 08551140663
ca12olin3@gmail.com

Advertisements
Artikel

Kalau Handphone Itu Penting, Bagaimana Dengan Diri Sendiri?

handphone

Teman – teman sekalian, setujukah jika handphone sekarang ini sudah menjadi kebutuhan pokok? Benda ini dimiliki oleh hampir semua orang, bahkan cenderung tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari – hari kita. Setiap hari, baik saya maupun teman-teman pastinya sering menggunakannya, entah itu untuk sekedar telepon, membuka instagram, facebook, whatsapp, ataupun BBM. Jika kita lupa membawa handphone, pastinya kita akan kembali ke rumah untuk mengambilnya.

Nah sekarang pertanyaannya: jika handphone kita rusak dan tidak dapat diperbaiki, akankah kita membeli handphone baru?

Tentunya sebagian besar dari kita pasti menjawab: Ya, karena handphone sudah menjadi kebutuhan pokok. 

Jika handphone menjadi kebutuhan, bagaimana dengan polis asuransi? sudahkah teman – teman memperlakukannya sebagai kebutuhan?

Masih banyak diantara kita yang minim pemahaman dan kurang peduli akan asuransi, bahkan survey membuktikan hanya 2% dari total penduduk Indonesia yang memiliki polis, dan 95% dari orang tersebut tidak mengetahui isi polisnya.

Sebagai seorang agen asuransi, saya ingin memberikan edukasi asuransi kepada masyarakat, terlepas dari nama perusahaan asuransi apapun itu, saya berharap masyarakat Indonesia semakin hari semakin terbuka wawasannya dan mengerti serta sadar asuransi.

Saya ingin memberikan manfaat untuk membantu keluarga yang membutuhkan dana tunai disaat dana tunai itu sangat diperlukan.

Harapan saya kedepannya akan semakin banyak masyarakat yang memperlakukan asuransi sebagai kebutuhan pokok.

Semoga tulisan ini dapat membuka pikiran teman-teman.

Salam,

Caroline
Allianz Life Indonesia
SMS/WA: +628551140663
ca12olin3@gmail.com

 

Artikel, Asuransi Jiwa & Kesehatan

Semakin Dini Berasuransi Lebih Menguntungkan

150416_allianz_manfaat_asuransi

Beberapa tahun yang lalu, ketika saya belum memahami asuransi saya cenderung beranggapan jika saya bisa berasuransi kapanpun ketika saya mau asalkan saya sehat. Memang benar bisa, namun apakah biaya premi yang saya bayarkan pada saat sekarang masuk akan sama jika saya masuk beberapa tahun sebelumnya? Tentunya tidak! Karena biaya premi asuransi akan berbanding lurus dengan usia seseorang.

Pada tulisan kali ini, saya ingin mengajak teman-teman sekalian untuk mengetahui benefit yang didapat jika memiliki asuransi sejak dini

1. Biaya premi lebih terjangkau

Seperti yang telah saya sebutkan diatas, memiliki asuransi pada usia muda akan mendapatkan premi yang lebih terjangkau, dan nilai manfaat perlindungan yang didapatpun lebih maksimal dibandingkan jika memiliki asuransi pada usia yang lebih tua.

2. Penambahan Manfaat

Jika sudah memiliki tambahan penghasilan, maka kita bisa mengambil beberapa tambahan perlindungan untuk melengkapi perlindungan dasar. Jangka waktu perlindungan tambahan ini pada umumnya terbilang lama, sehingga asuransi yang kita miliki semakin maksimal.

3. Nilai Investasi

Dalam produk unilink, disamping mendapatkan uang pertanggungan (UP) kita juga mendapatkan nilai investasi . Semakin panjang usia memiliki produk unit link, semakin besar investasi yang diperoleh. Hasil dari nilai investasi tersebut nantinya juga dapat teman-teman gunakan untuk apa saja sesuai keinginan.

Jangan menunda lagi, mari berasuransi bersama Allianz

 

Salam,

Caroline
Allianz Life Indonesia
SMS/WA: 08551140663
ca12olin3@gmail.com

 

 

 

Artikel

Katakan “Tidak” Untuk Asuransi Jika…

say-no.jpg

Halo teman – teman, berkaitan dengan judul kali ini saya ingin sedikit flash back ke belakang ya..beberapa tahun yang lalu ketika saya didatangi agen asuransi yang merupakan teman saya, apakah saya langsung mengatakan “ya” dan “setuju”?

Sama seperti kebanyakan teman-teman yang mungkin belum merasa perlu, saat itu kata yang keluar dari mulut saya adalah “nanti saja”, “belum perlu”.

Lalu apa yang membuat saya sekarang ini memutuskan untuk memiliki asuransi?

Terlepas dari profesi saya sebagai seorang agen Allianz, saya pernah bekerja di bidang kesehatan. Pada saat itu saya banyak bertemu dengan bermacam-macam client dengan keluhan kesehatan. Setelah pengobatan selesai dan keluar rincian biaya, diantara mereka yang tidak memiliki asuransi mengeluhkan biaya pengobatan yang mahal! Disini tepat deh pepatah sehat itu mahal.

Jika sehat itu mahal, siapkah kita jika penghasilan yang kita kumpulkan dikeluarkan hanya untuk membiayai kesehatan? Masihkah kita menolak jika ada yang ingin menggantikan kita untuk membiayai pengobatan?

Selain itu, pernah juga teman saya (bukan sang agen) bercerita bahwa salah satu anggota keluarganya yang berkecukupan memilih untuk tidak berasuransi, kelihatannya tidak masalah.  Beberapa waktu kemudian, sang pencari nafkah terkena penyakit kritis, dan memerlukan pengobatan dalam jangka waktu yang lama. Secara otomatis, pencari nafkah tidak bekerja lagi, uang yang dikumpulkan digunakan untuk membiayai pengobatan, dan para anggota keluarganya juga menurunkan standard hidup mereka. Namun sayang, tak lama setelahnya sang pencari nafkah pergi meninggalkan keluarga untuk selamanya.

Dari sanalah saya semakin berpikir bahwa asuransi itu penting dan perlu, dan saya berubah dari mengatakan “tidak” menjadi “ya”.

Mungkin jika masih ada yang mengatakan “TIDAK”, saya setuju jika memang:

  • Orang tersebut TIDAK AKAN meninggal
  • Orang tersebut TIDAK AKAN sakit selamanya
  • Orang tersebut TIDAK SAYANG keluarga

Mari teman-teman, miliki asuransi mulai dari sekarang. Kalu bukan sekarang, kapan lagi?

Salam,

Caroline
Allianz Life Indonesia
SMS/WA: +628551140663
ca12olin3@gmail.com

 

 

Artikel, Asuransi Jiwa & Kesehatan

Cara Mudah Memahami Polis Asuransi

cara-mudah-e1511625955741.png

Pada umumnya diantara kita yang sudah menjadi nasabah asuransi, sangat sedikit yang paham dengan isi polisnya. Hal ini bisa jadi disebabkan buku polis yang terbilang tebal, maka hanya sedikit yang mau membacanya.

Berikut ini beberapa tips memahami bagian-bagian penting dari polis asuransi:

  1. Periksalah data tertanggung dan pemegang polis apakah sudah sesuai.
  2. Manfaat polis, misalnya apa saja yang di cover, besar nilai uang pertanggungan, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan.
  3. Bacalah pengecualian manfaat atau hal-hal yang tidak ditanggung dalam polis.
  4. Tanggal jatuh tempo premi. Sangatlah bijaksana untuk membayar polis tepat waktu sehingga polis tetap aktif.
  5. Rincian dan besarnya biaya yang dibebankan dalam polis.  Besarnya biaya akan bertambah sesuai dengan pertambahan usia.
  6. Prosedur pengajuan klaim, hal ini akan mempermudah Anda pada saat mengajukan klaim.

Semoga dengan tips ini dapat membantu teman – teman sekalian

 

Salam,

Caroline
Allianz Life Indonesia
SMS/WA: +628551140663
ca12olin3@gmail.com

Artikel, Asuransi Jiwa & Kesehatan

Cuti Premi

cuti premi

Ketika sharing tentang TAPRO dengan calon nasabah, mereka sering mengatakan hanya mau bayar 10 atau 15 tahun saja, tapi manfaat asuransi bisa tetap berjalan terus selamanya.  Hal ini sama persis ketika saya belum mengerti asuransi, saya tidak paham dengan istilah cuti premi.

Sebenarnya, apakah cuti premi itu?

Cuti Premi adalah masa dimana nasabah berhenti bayar premi untuk jangka waktu tertentu, namun polis masih tetap akan berlaku sepanjang nilai investasi yang ada cukup untuk membayar biaya-biaya asuransinya yang ada.

Ibaratnya karyawan diberikan fasilitas cuti kerja dari pemberi kerja, cuti itu bersifat sementara bukan? Jika masa cuti habis, maka harus balik bekerja. Cuti premi asuransi merupakan fasilitas yang di berikan perusahaan asuransi kepada nasabahnya.

 

Kenapa ada cuti premi?

Supaya meringankan atau menyesuaikan kondisi keuangan nasabah, misalnya nasabah sedang sedang banyak pengeluaran, sehingga nasabah ingin mengalihkan sementara waktu uang preminya untuk kebutuhan lain. Sebelum cuti premi, sebaiknya pahami dulu ketentuannya.

 

Apa yang perlu diperhatikan jika cuti premi?

Besaran nilai tunai yang ada harus kita perhatikan, apakah nilai tunai yang terbentuk masih cukup untuk membayar biaya asuransi, karena nilai investasi inilah akan di potong untuk  membayar biaya asuransi  setiap bulannya. Lama kelamaan nilai tunai akan tergerus habis dan disaat itulah proteksi menjadi tidak aktif. Tentunya sangat disayangkan kalau sampai seperti ini.

 

Manfaatkan cuti premi dengan tepat

 

Salam,

Caroline
Allianz Life Indonesia
SMS/WA: +628551140663
ca12olin3@gmail.com

 

 

 

 

 

Artikel, Asuransi Jiwa & Kesehatan

Menutup Polis Asuransi Bukanlah Hal Yang Bijaksana

Traditional couple in full safety. Concept of life insurance

Berikut adalah kutipan pembicaraan saya dengan salah satu orang yang saya temui, anggap saja namanya Bapak A ketika saya hendak menawarkan asuransi:

Saya   : “Pak, boleh tahu asuransi apa yang sudah bapak punya saat ini?”

Pak A : “Wah, saya sudah tutup tuh polis asuransi yang saya punya.”

Saya   : “Kenapa pak, boleh tahu kenapa bapak putuskan tutup polis?”

Pak A : “Habisnya saya bayar premi terus tiap bulan, tapi ga ada manfaatnya. Belum lagi ada kebutuhan lainnya”

Saya : “Betul pak, yang namanya kebutuhan akan selalu ada, tapi sayang banget pak, padahal asuransi itu kan buat persiapan kalau ada musibah”

Alasan diatas hanyalah salah satu dari beberapa alasan lain beberapa orang untuk menutup polis asuransi yang dimiliki, namun keputusan untuk menutup polis bukanlah bijaksana mengapa? berikut ini adalah alasannya

1. Premi lebih murah ketimbang biaya pengobatan sakit kritis

Apakah Anda yakin, sudah tidak ada dana yang bisa disisihkan per bulan? coba dicek, apakah hal itu bukan karena Anda lebih mementingkan gaya hidup? Katakanlah untuk premi diperlukan 500 ribu rupiah, sementara biaya pengobatan sakit kritis 500 juta rupiah. Nah apakah Anda rela jika tabungan dan aset yang Anda kumpulkan sejak lama terpakai untuk biaya pengobatan? pilih mana  siapkan dana tunai jika terjadi resiko sakit kritis dengan cara  dicicil perbulan atau tiba-tiba harus setor uang besar untuk pengobatannya?

2. Ada Uang Pertanggungan (UP) jiwa untuk keluarga tercinta

Asuransi jiwa terdapat manfaat meninggal dunia dengan UP (Uang Pertanggungan) yang cukup besar, dan dapat diwariskan kepada keluarga. Jika Anda memutuskan untuk menutup, berarti keluarga Anda telah kehilangan uang cukup besar yang semestinya mereka terima.

3. Premi baru bisa jadi lebih mahal

Seiring dengan bertambahnya usia Anda, ada saja kemungkinan perlu membayar premi lebih mahal untuk manfaat yang sama seperti polis yang sudah ditutup. Jadi silahkan pertimbangkan kembali jika Anda mau menutup polis Anda ya.

4. Terdapat masa tunggu untuk polis baru

Ketika Anda sudah menutup polis asuransi, kemudian beberapa tahun kedepan berpikir untuk membeli polis baru, maka Anda akan dikenai masa tunggu. Untuk polis Tapro Allianz masa tunggunya adalah 90 hari. Sangat disayangkan bukan jika Anda harus mengulang masa tunggu? Sedangkan tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi selama masa tunggu tersebut.

 

Balik lagi semua pilihan ada di tangan Anda, saran saya pikirkan berulang-ulang sebelum Anda mengambil keputusan.

 

Salam,

Caroline
Allianz Life Indonesia
SMS/WA: +628551140663
ca12olin3@gmail.com