Artikel

Pengalaman Pak Taro & Ibu Yanti

taro-yanti

Satu hal yang patut saya syukuri bisa mendegarkan langsung cerita pengalaman dari Ibu Yanti dan Bapak Taroyo tentang bagaimana asuransi telah mengubah pikiran dan kehidupan mereka.

Pasangan Taro & Yanti awalnya sangat anti dengan asuransi.  Memang banyak kenalan mereka yang berprofesi sebagai agen asuransi. Pada saat itu Taro & Yanti menekuni MLM, dan kerap kali menghindar setiap ada agen yang menghubungi mereka. Asuransi yang mereka milikipun hanya seadanya, tanpa paham isinya, maklum karena hanya beli dengan alasan merasa tidak enak dengan kenalan.

Kejadian pertama berawal dari mama dari Ibu Yanti terkena kanker tiroid, dibawa berobat ke Singapura, jumlah biaya pengobatan setelah dikurs ke Rupiah mencapai 300 juta. Apa boleh buat, demi sang mama, tidak ada pilihan selain menggesek kartu kredit demi melunasi tagihan. Peristiwa ini pun belum membuka mata mereka akan pentingnya asuransi.

Beberapa waktu berlalu sampai di tahun 2013 kejadian lain menimpa pasangan ini, kali ini papa dari Pak Taro terdiagnosa penyakit jantung, dan pihak rumah sakit mengharuskan papanya pasang 7 ring. Dikarenakan Pak Taroyo awam mengenai biaya pasang ring, bertanyalah ia mengenai harga pasang ring, dan betapa kagetnya waktu dia mendengar harga per ringnya.

“50 juta per satu ring jantung dan demi pengobatan papa harus pasang 7 ring, coba bayangkan biaya mencapai 350 juta dan itupun belum termasuk biaya dokter.” kata pak Taro

Yang lebih mangegetkan, ada DP sebesar 250 juta yang diminta oleh pihak rumah sakit. Tak ada pilihan, maka Pak Taro pun mneggesek kartu kreditnya. Sampai papanya keluar dari rumah sakit, total biaya mencapai 750 juta. Betapa mahalnya biaya pengobatan jika harus menggunakan penghasilan sendiri!

Kejadian inilah yang memberikan titik balik mereka akan pentingnya punya asuransi.

Mulailah mereka menghubungi kenalan-kenalan mereka yang berprofresi sebagai agen asuransi, dan juga minta proposal untuk dibandingkan.

Hasil dari pebandingan, pilihan mereka jatuh kepada Allianz. Mengapa?

Belajar dari pengalaman yang sudah terjadi, mereka paham bahwa sakit kritis bisa mengenai siapa saja, kapan pun, dan biaya pengobatannya sangatlah mahal. Di Allianz, proteksi penyakit kritis diberikan uang tunai yang besar dengan premi yang terjangkau. Tanpa asuransi yang memberikan proteksi besar, finansial mereka akan menurun drastis karena tidak punya uang besar. Kemudian mereka memutuskan untuk menjadi nasabah Allianz.

Apakah cerita habis sampai disini? BELUM!

Di tahun 2016, papanya Pak Taro kembali mengalami penyakit kritis dengan diagnosa Aneurisma, dimana merembesnya darah di otak akibat dari pembuluh darah yang pecah.

Hidup pak Taro & Bu Yanti benar-benar terkena badai yang berdampak pada finansial mereka.

Pihak rumah sakit mengharuskan DP sebesar 360 juta untuk dapat melakukan tindakkan. Total biaya pengobatan habis sebesar 800 juta! Bayangkan saja, angka tersebut seharga mobil BMW. Ibaratnya punya mobil BMW tapi tidak pernah merasakan bagaimana BMW itu.

Kejadian ini semakin memberikan mereka kesadaran untuk mengetahui lebih lanjut mengenai asuransi.

Dari semua asuransi, banyak yang menawarkan manfaat pengobatan kesehatan selama di rumah sakit. Hal ini tidak salah, namun pasangan ini berpikir bagaimana dengan biaya setelah keluar dari rumah sakit? apakah biaya pengobatan berhenti? TIDAK!

berkaca kembali kepada Aneurisma sang papa, dimana masih ada biaya obat-obatan dan terapi yang diperlukan setelah keluar rumah sakit, harganya mencapai 8 juta per bulan, dan tidak dibayarkan oleh asuransi kesehatan. Untuk itulah diperlukan uang tunai yang besar, yaitu dari Allianz.

Pasangan ini bersyukur bisa diperkenalkan dengan Allianz, dan mereka pun bergabung dengan bisnis Allianz dengan tujuan awal membantu keluarga mereka untuk punya proteksi besar dari Allianz.

Kalau tidak punya asuransi, dan kita sendiri yang menjadi perusahaan asuransi pada saat musibah terjadi, maka resiko akan ditanggung kita. Mengapa harus kita yang mananggung jika ada pihak yang bersedia menanggung resiko?

Tanpa latar belakang marketing, baik Pak Taro & Bu Yanti tanpa lelah terus menerus berbagi pengalamannya guna membuka mata & pikiran orang diluar sana akan pentingnya memiliki proteksi besar.

Rasa syukur pun mereka ucapkan setiap hari karena bisa bergabung dengan bisnis Allianz, disamping sharing dengan orang lain, pasangan ini merasakan peningkatan pendapatan serta kebebasan waktu.

Saat ini sudah 5 tahun mereka bergabung, dan berjuang bersama keluarga BUSS APL yang selalu wiling to help. Dalam menjalankan bisnis asuransi, pasangan ini selalu mengingatkan teman-temannya agar jangan sampai jatuh di lubang yang sama.

Dulu asuransi hanya asal punya, tidak tahu apa isinya. Saat ini kita wajib sharing ke mereka yang belum paham asuransi, kita edukasi mereka.

Doa saya, Caroline Brawidjojo agar pasangan ini semakin dilimpahkan berkat dari Tuhan dan semakin banyak yang memahami pentingnya asuransi.

Semoga tulisan ini bermanfaat

Salam,

Caroline
Allianz Life Indonesia
SMS/WA: 08551140663
ca12olin3@gmail.com

 

 

 

 

Advertisements
Artikel

Wanita Jangan Terlewatkan Perlindungan Asuransi

Tentunya sudah sangat umum jika pria merupakan pencari nafkah utama dalam keluarga, sehingga biasanya banyak yang berpikir hanya pria saja yang perlu diasuransikan. Saat ini semakin banyak wanita karir yang bekerja untuk ikut serta memenuhi kebutuhan rumah tangga atau jika yang masih lajang bekerja untuk  memenuhi kebutuhan pribadinya.

Saya dan tentunya Anda sama-sama berharap supaya semua wanita yang aktif bekerja dapat selalu dalam keadaan sehat, sehingga bisa selalu produktif dalam menjalankan aktivitasnya, dan dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan harapan. Namun pernahkah terpikir bahwa resiko sakit kritis juga bisa mengenai wanita, dan bagaimana jika resiko tersebut mengenai wanita?

resiko-wanita-terkena-penyakit-kritis

Secara alami, kondisi tubuh wanita lebih lemah jika dibanding pria. Sehingga tak heran jika banyak penelitian yang membuktikan bahwa wanita, walaupun masih muda, lebih rentan terkena penyakit kritis dibanding dengan pria.

Untuk wanita muda dan aktif, risiko kanker serviks lebih rentan terjadi. Penyakit ini kerap menyerang usia produktif 35-55 tahun. Salah satunya disebabkan dari penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV (Human Papiloma Virus), dimana dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika toilet tidak terjaga kebersihannya.

Sementara itu 1 dari 8 wanita Indonesia berisiko terkena kanker payudara. Kini kanker payudara menjadi pembunuh wanita nomor 1 di Indonesia. Kini semakin banyak menyasar ke kaum muda. Padahal selama ini kanker payudara diketahui banyak menyerang wanita berusia 40 tahun ke atas.

Semakin banyaknya jumlah wanita yang merokok juga meningkatkan resiko kanker paru-paru, bahkan orang yang menghirup asap rokok juga lebih berbahaya dibanding dengan perokok.

Penyakit jantung umumnya dianggap sebagai penyakit kaum pria. Namun kenyataannya, satu dari empat perempuan meninggal karena penyakit kardiovaskular. Serangan jantung pada wanita sangat minim akan gejala, hal inilah yang menyebabkan mengapa serangan jantung lebih mematikan jika menimpa wanita dibanding pria.

Sayangnya masih banyak wanita yang berpikir bahwa mereka tidak butuh asuransi penyakit kritis karena merasa sudah sehat, masih muda atau karena hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Padahal terlepas dari status, profesi atau kesibukannya, sebenarnya asuransi penyakit kritis sangat dibutuhkan oleh wanita.

Alangkah baiknya kita semua selalu menjaga kesehatan mempunyai asuransi penyakit kritis dan bahkan asuransi jiwa karena apabila terjadi musibah, maka dukungan finansial tetap diberikan kepada orang-orang yang dicintainya.

Untuk itulah Allianz melalui Asuransi Tapro yang dilengkapi dengan manfaat perlindungan penyakit kritis membantu para peserta mendapatkan pertolongan secara finansial apabila terjadi musibah. Dengan asuransi Tapro Allianz, kita bisa mendapatkan asuransi jiwa ditambah manfaat-manfaat lainnya seperti rawat inap rumah sakit, penyakit kritis, dan lain-lain.

Salam,

Caroline
Allianz Life Indonesia
SMS/WA: 08551140663
ca12olin3@gmail.com