Uncategorized

Merencanakan Masa Depan

masa depan

Pernahkah diantara kita menjumpai seseorang yang kalau ditanya mengenai masa depan malah menjawab: “belum tahu, hari esok saja masih belum tahu seperti apa, ngapain harus bicara masa depan yang masih jauh? Pikirkan saja bagaimana melewati hari ini. Toh kalau memang harus terjadi artinya sudah takdir Yang Kuasa.”

Atau jangan-jangan diantara kita masih ada yang berpikiran seperti itu? Bagaimana jika soal masa depan keluarga, benarkah kita akan tega berkata demikian? Saya pribadi yakin kalau Anda sebagai kepala keluarga, Anda memiliki bertanggung jawab terhadap masa depan keluarga yang dicintai.

Kepedulian Anda terhadap masa depan keluarga mulai saat ini, akan membawa Anda dan keluarga kepada kesejahteraan bukan kesengsaraan.

Berapa banyak orang tua yang khawatir tentang anak cucu mereka, jika anak atau cucu mereka tidak sukses atau kekurangan secara materi? atau tanyakan pada orang yang sudah dekat dengan “kematian” dan masih memiliki keluarga, apa yang dikhawatirkan? jawabannya akan selalu sama, bagaimana kehidupan keluarganya, meskipun dulu berkata sudah takdir Tuhan.

Maka dari itu rencanakan masa depan keluarga kita, salah satunya dengan mempersiapkan ASURANSI JIWA untuk keluarga, dengan begitu ketenangan batin & kenyamanan hidup akan menemani Anda.

Salam,

Caroline
Allianz Life Indonesia
SMS/WA: +628551140663
ca12olin3@gmail.com

Advertisements
Artikel

Lindungi Penghasilan Kita

Income-Protection-Insurance

Di usia yang produktif dan sehat tentunya kita memiliki penghasilan, baik yang profesinya sebagai pengusaha maupun karyawan. Penghasilan yang kita dapatkan setiap bulan, akan kita sisihkan beberapa persen untuk dipakai sebagai pengeluaran.

Teman-teman, disini saya list beberapa jenis pengeluaran, silahkan dijawab manakah 5 jenis yang menjadi pengeluaran Anda setiap bulannya:

  • Makanan
  • Biaya pendidikan
  • Bantu orangtua
  • Bayar sewa rumah / kost
  • Cicilan (rumah, handphone, mobil)
  • Tagihan rumah tangga
  • Belanja pakaian & kebutuhan lain
  • Biaya pengobatan
  • Rekreasi & hiburan

Baik, terima kasih jika sudah memilih.

Ijinkan saya bertanya kembali: dapatkah penghasilan kita berhenti?

Mungkin sedikit membingungkan untuk dijawab, tapi penghasilan dapat berhenti.

Apakah sebabnya? ternyata ada beberapa hal yang bisa menyebabkan penghasilan kita berhenti, yaitu:

1. PHK/bangkrut => Penghasilan berhenti.

2. Sakit kritis => Butuh biaya besar, tentunya bisa menyedot penghasilan dan menghabiskan aset/tabungan. Otomatis penderita sakit kritis tidak dapat bekerja & penghasilan menjadi berhenti atau berkurang secara signifikan.

3. Cacat tetap => Tidak mampu bekerja, penghasilan berhenti atau berkurang signifikan.

4. Meninggal dunia => Tidak bekerja lagi, penghasilan berhenti.

Jika di PHK atau bangkrut, masih bisa dicari solusinya dengan mencari pekerjaan baru dan membuka usaha baru.

Namun, jika yang terjadi adalah sakit kritis, atau cacat tetap yang memerlukan biaya besar dan menguras tabungan dari penghasilan, bagaimanakan solusinya? Dan jika meninggal, apakah yang dapat ditinggalkan untuk keluarga?

solusinya adalah dengan memiliki TAPRO.

Kok TAPRO? Apa itu TAPRO?

TAPRO merupakan program perlindungan dari Allianz yang melindungi penghasilan dari risiko: sakit kritis, cacat tetap (akibat sakit ataupun kecelakaan), dan meninggal dunia.

Dibawah ini adalah perbandingan antara tabungan biasa dan TAPRO:

tapro-untuk-usia-30-tahun

Coba lihat tabel disebelah kiri. Di tabungan biasa, jika terjadi musibah sakit kritis atau  kecelakaan yang menyebabkan cacat / meninggal, dana yang sudah terkumpul akan ditarik dan digunakan untuk berobat. Tabungan jadi berkurang secara signifikan atau bisa jadi habis.

Sedangkan di TAPRO :

1. Jika nasabah mengalami 1 dari 49 kondisi penyakit kritis sebelum usia 70 tahun, akan mendapatkan uang pertanggungan sebesar 1 miliar.  Uang ini bisa digunakan untuk biaya pengobatan penyakit kritis, atau menggantikan penghasilan yang hilang jika tidak bisa bekerja lagi akibat sakit kritis tersebut.

2. Jika mengalami kecelakaan yang berakibat cacat atau meninggal dunia sebelum usia 65 tahun, akan mendapatkan uang pertanggungan sebesar 1 miliar. Jika meninggal dunia karena kecelakaan, manfaat akan ditambahkan dengan uang pertanggungan meninggal dunia (nomor 4), sehingga diberikan uang 2 miliar untuk ahli warisnya, plus nilai investasi yang ada pada saat itu.

3. Jika mengalami cacat tetap total karena sakit atau kecelakaan sebelum usia 65 tahun, akan mendapatkan uang pertanggungan sebesar 1 miliar. Uang ini tentunya akan bermanfaat untuk menggantikan penghasilan karena tidak bisa bekerja akibat kehilangan fungsi anggota tubuh secara menetap.

4. Jika mengalami 1 dari 49  kondisi kritis sesuai ketentuan polis atau cacat tetap total, akan dibebaskan dari pembayaran premi dan setoran preminya diteruskan oleh Tapro hingga usia 65 tahun.

Itulah manfaat TAPRO untuk melindungi penghasilan kita, yang merupakan hal penting dalam hidup kita.

Semoga dapat memberikan informasi ya teman-teman. Jika ingin bertanya dan atau ingin memiliki TAPRO silahkan menghubungi saya.

Salam,

Caroline
Allianz Life Indonesia
SMS/WA: +628551140663
ca12olin3@gmail.com

 

 

Artikel

Kalau Handphone Itu Penting, Bagaimana Dengan Diri Sendiri?

handphone

Teman – teman sekalian, setujukah jika handphone sekarang ini sudah menjadi kebutuhan pokok? Benda ini dimiliki oleh hampir semua orang, bahkan cenderung tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari – hari kita. Setiap hari, baik saya maupun teman-teman pastinya sering menggunakannya, entah itu untuk sekedar telepon, membuka instagram, facebook, whatsapp, ataupun BBM. Jika kita lupa membawa handphone, pastinya kita akan kembali ke rumah untuk mengambilnya.

Nah sekarang pertanyaannya: jika handphone kita rusak dan tidak dapat diperbaiki, akankah kita membeli handphone baru?

Tentunya sebagian besar dari kita pasti menjawab: Ya, karena handphone sudah menjadi kebutuhan pokok. 

Jika handphone menjadi kebutuhan, bagaimana dengan polis asuransi? sudahkah teman – teman memperlakukannya sebagai kebutuhan?

Masih banyak diantara kita yang minim pemahaman dan kurang peduli akan asuransi, bahkan survey membuktikan hanya 2% dari total penduduk Indonesia yang memiliki polis, dan 95% dari orang tersebut tidak mengetahui isi polisnya.

Sebagai seorang agen asuransi, saya ingin memberikan edukasi asuransi kepada masyarakat, terlepas dari nama perusahaan asuransi apapun itu, saya berharap masyarakat Indonesia semakin hari semakin terbuka wawasannya dan mengerti serta sadar asuransi.

Saya ingin memberikan manfaat untuk membantu keluarga yang membutuhkan dana tunai disaat dana tunai itu sangat diperlukan.

Harapan saya kedepannya akan semakin banyak masyarakat yang memperlakukan asuransi sebagai kebutuhan pokok.

Semoga tulisan ini dapat membuka pikiran teman-teman.

Salam,

Caroline
Allianz Life Indonesia
SMS/WA: +628551140663
ca12olin3@gmail.com

 

Artikel, Asuransi Jiwa & Kesehatan, Uncategorized

Asuransi Apa yang Anda Perlukan?

0816134shutterstock-115204450780x390

Salam kenal teman-teman semuanya, saya Caroline agen Asuransi Allianz

Saya ucapkan terima kasih sudah berkunjung ke blog saya

Diantara teman-teman, apakah ada yang sedang mencari asuransi? Jika ya, asuransi apakah yang dicari? Berikut ini adalah informasi lengkap mengenai asuransi Allianz, semoga dapat memberikan solusi bagi kebutuhan Anda.

No Asuransi yang Dicari Produk atau Cara yang Disarankan
1 Asuransi Jiwa
  1. Tapro Allianz (Tabungan Proteksi Allianz)
  2. Tapro Allisya (Tabungan Proteksi Allianz Syariah)
2 Asuransi Kesehatan Rawat Inap Cashless 1. Rider HSC+ pada Tapro Allianz2. Allisya Care

3. Maxi Violet

4. Smartmed Premier

5. Smartmed Cancer

3 Asuransi Penyakit Kritis 1. Rider CI+ pada Tapro Allianz2. Rider CI100 pada Tapro Allianz
4 Asuransi Kecelakaan dan Cacat Tetap 1. Rider ADDB pada Tapro Allianz2. Rider TPD pada Tapro Allianz

3. Personal Care

5 Santunan Harian Rawat Inap Rider Flexicare Family pada Tapro Allianz
6 Asuransi yang lengkap: Asuransi jiwa, rawat inap cashless, penyakit kritis, kecelakaan dan cacat tetap, santunan harian, dan bebas premi Tapro Smarlink Flexi Account Plus, tambahkan rider:1. HSC+

2. CI+ atau CI100

3. ADDB

4. TPD

5. Flexicare Family

6. Payor benefit

7 Asuransi Keluarga Lengkap Tapro Keluarga
8 Asuransi Rawat Jalan JKN-BPJS, atau siapkan dana darurat, atau rider Rawat Jalan pada produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier.
9 Asuransi Rawat Gigi JKN-BPJS, atau siapkan dana darurat, atau rider Rawat Gigi pada produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier.
10 Asuransi Melahirkan JK-BPJS , menabung, atau rider Melahirkan pada produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier.
11 Asuransi Pendidikan Bukan ranah asuransi. Sebaiknya investasi saja. Pada saat yang sama, ortu punya asuransi jiwa.
12 Asuransi Pensiun Bukan ranah asuransi. Sebaiknya investasi saja.

Jika Anda berminat dengan salah satu produk diatas, silahkan menghubungi saya:

Caroline
Allianz Life Indonesia
SMS/WA: 08551140663
Email: ca12olin3@gmail.com

Artikel

Pengalaman Pak Taro & Ibu Yanti

taro-yanti

Satu hal yang patut saya syukuri bisa mendegarkan langsung cerita pengalaman dari Ibu Yanti dan Bapak Taroyo tentang bagaimana asuransi telah mengubah pikiran dan kehidupan mereka.

Pasangan Taro & Yanti awalnya sangat anti dengan asuransi.  Memang banyak kenalan mereka yang berprofesi sebagai agen asuransi. Pada saat itu Taro & Yanti menekuni MLM, dan kerap kali menghindar setiap ada agen yang menghubungi mereka. Asuransi yang mereka milikipun hanya seadanya, tanpa paham isinya, maklum karena hanya beli dengan alasan merasa tidak enak dengan kenalan.

Kejadian pertama berawal dari mama dari Ibu Yanti terkena kanker tiroid, dibawa berobat ke Singapura, jumlah biaya pengobatan setelah dikurs ke Rupiah mencapai 300 juta. Apa boleh buat, demi sang mama, tidak ada pilihan selain menggesek kartu kredit demi melunasi tagihan. Peristiwa ini pun belum membuka mata mereka akan pentingnya asuransi.

Beberapa waktu berlalu sampai di tahun 2013 kejadian lain menimpa pasangan ini, kali ini papa dari Pak Taro terdiagnosa penyakit jantung, dan pihak rumah sakit mengharuskan papanya pasang 7 ring. Dikarenakan Pak Taroyo awam mengenai biaya pasang ring, bertanyalah ia mengenai harga pasang ring, dan betapa kagetnya waktu dia mendengar harga per ringnya.

“50 juta per satu ring jantung dan demi pengobatan papa harus pasang 7 ring, coba bayangkan biaya mencapai 350 juta dan itupun belum termasuk biaya dokter.” kata pak Taro

Yang lebih mangegetkan, ada DP sebesar 250 juta yang diminta oleh pihak rumah sakit. Tak ada pilihan, maka Pak Taro pun mneggesek kartu kreditnya. Sampai papanya keluar dari rumah sakit, total biaya mencapai 750 juta. Betapa mahalnya biaya pengobatan jika harus menggunakan penghasilan sendiri!

Kejadian inilah yang memberikan titik balik mereka akan pentingnya punya asuransi.

Mulailah mereka menghubungi kenalan-kenalan mereka yang berprofresi sebagai agen asuransi, dan juga minta proposal untuk dibandingkan.

Hasil dari pebandingan, pilihan mereka jatuh kepada Allianz. Mengapa?

Belajar dari pengalaman yang sudah terjadi, mereka paham bahwa sakit kritis bisa mengenai siapa saja, kapan pun, dan biaya pengobatannya sangatlah mahal. Di Allianz, proteksi penyakit kritis diberikan uang tunai yang besar dengan premi yang terjangkau. Tanpa asuransi yang memberikan proteksi besar, finansial mereka akan menurun drastis karena tidak punya uang besar. Kemudian mereka memutuskan untuk menjadi nasabah Allianz.

Apakah cerita habis sampai disini? BELUM!

Di tahun 2016, papanya Pak Taro kembali mengalami penyakit kritis dengan diagnosa Aneurisma, dimana merembesnya darah di otak akibat dari pembuluh darah yang pecah.

Hidup pak Taro & Bu Yanti benar-benar terkena badai yang berdampak pada finansial mereka.

Pihak rumah sakit mengharuskan DP sebesar 360 juta untuk dapat melakukan tindakkan. Total biaya pengobatan habis sebesar 800 juta! Bayangkan saja, angka tersebut seharga mobil BMW. Ibaratnya punya mobil BMW tapi tidak pernah merasakan bagaimana BMW itu.

Kejadian ini semakin memberikan mereka kesadaran untuk mengetahui lebih lanjut mengenai asuransi.

Dari semua asuransi, banyak yang menawarkan manfaat pengobatan kesehatan selama di rumah sakit. Hal ini tidak salah, namun pasangan ini berpikir bagaimana dengan biaya setelah keluar dari rumah sakit? apakah biaya pengobatan berhenti? TIDAK!

berkaca kembali kepada Aneurisma sang papa, dimana masih ada biaya obat-obatan dan terapi yang diperlukan setelah keluar rumah sakit, harganya mencapai 8 juta per bulan, dan tidak dibayarkan oleh asuransi kesehatan. Untuk itulah diperlukan uang tunai yang besar, yaitu dari Allianz.

Pasangan ini bersyukur bisa diperkenalkan dengan Allianz, dan mereka pun bergabung dengan bisnis Allianz dengan tujuan awal membantu keluarga mereka untuk punya proteksi besar dari Allianz.

Kalau tidak punya asuransi, dan kita sendiri yang menjadi perusahaan asuransi pada saat musibah terjadi, maka resiko akan ditanggung kita. Mengapa harus kita yang mananggung jika ada pihak yang bersedia menanggung resiko?

Tanpa latar belakang marketing, baik Pak Taro & Bu Yanti tanpa lelah terus menerus berbagi pengalamannya guna membuka mata & pikiran orang diluar sana akan pentingnya memiliki proteksi besar.

Rasa syukur pun mereka ucapkan setiap hari karena bisa bergabung dengan bisnis Allianz, disamping sharing dengan orang lain, pasangan ini merasakan peningkatan pendapatan serta kebebasan waktu.

Saat ini sudah 5 tahun mereka bergabung, dan berjuang bersama keluarga BUSS APL yang selalu wiling to help. Dalam menjalankan bisnis asuransi, pasangan ini selalu mengingatkan teman-temannya agar jangan sampai jatuh di lubang yang sama.

Dulu asuransi hanya asal punya, tidak tahu apa isinya. Saat ini kita wajib sharing ke mereka yang belum paham asuransi, kita edukasi mereka.

Doa saya, Caroline Brawidjojo agar pasangan ini semakin dilimpahkan berkat dari Tuhan dan semakin banyak yang memahami pentingnya asuransi.

Semoga tulisan ini bermanfaat

Salam,

Caroline
Allianz Life Indonesia
SMS/WA: 08551140663
ca12olin3@gmail.com

 

 

 

 

Artikel, Asuransi Jiwa & Kesehatan

Semakin Dini Berasuransi Lebih Menguntungkan

150416_allianz_manfaat_asuransi

Beberapa tahun yang lalu, ketika saya belum memahami asuransi saya cenderung beranggapan jika saya bisa berasuransi kapanpun ketika saya mau asalkan saya sehat. Memang benar bisa, namun apakah biaya premi yang saya bayarkan pada saat sekarang masuk akan sama jika saya masuk beberapa tahun sebelumnya? Tentunya tidak! Karena biaya premi asuransi akan berbanding lurus dengan usia seseorang.

Pada tulisan kali ini, saya ingin mengajak teman-teman sekalian untuk mengetahui benefit yang didapat jika memiliki asuransi sejak dini

1. Biaya premi lebih terjangkau

Seperti yang telah saya sebutkan diatas, memiliki asuransi pada usia muda akan mendapatkan premi yang lebih terjangkau, dan nilai manfaat perlindungan yang didapatpun lebih maksimal dibandingkan jika memiliki asuransi pada usia yang lebih tua.

2. Penambahan Manfaat

Jika sudah memiliki tambahan penghasilan, maka kita bisa mengambil beberapa tambahan perlindungan untuk melengkapi perlindungan dasar. Jangka waktu perlindungan tambahan ini pada umumnya terbilang lama, sehingga asuransi yang kita miliki semakin maksimal.

3. Nilai Investasi

Dalam produk unilink, disamping mendapatkan uang pertanggungan (UP) kita juga mendapatkan nilai investasi . Semakin panjang usia memiliki produk unit link, semakin besar investasi yang diperoleh. Hasil dari nilai investasi tersebut nantinya juga dapat teman-teman gunakan untuk apa saja sesuai keinginan.

Jangan menunda lagi, mari berasuransi bersama Allianz

 

Salam,

Caroline
Allianz Life Indonesia
SMS/WA: 08551140663
ca12olin3@gmail.com

 

 

 

Artikel

Katakan “Tidak” Untuk Asuransi Jika…

say-no.jpg

Halo teman – teman, berkaitan dengan judul kali ini saya ingin sedikit flash back ke belakang ya..beberapa tahun yang lalu ketika saya didatangi agen asuransi yang merupakan teman saya, apakah saya langsung mengatakan “ya” dan “setuju”?

Sama seperti kebanyakan teman-teman yang mungkin belum merasa perlu, saat itu kata yang keluar dari mulut saya adalah “nanti saja”, “belum perlu”.

Lalu apa yang membuat saya sekarang ini memutuskan untuk memiliki asuransi?

Terlepas dari profesi saya sebagai seorang agen Allianz, saya pernah bekerja di bidang kesehatan. Pada saat itu saya banyak bertemu dengan bermacam-macam client dengan keluhan kesehatan. Setelah pengobatan selesai dan keluar rincian biaya, diantara mereka yang tidak memiliki asuransi mengeluhkan biaya pengobatan yang mahal! Disini tepat deh pepatah sehat itu mahal.

Jika sehat itu mahal, siapkah kita jika penghasilan yang kita kumpulkan dikeluarkan hanya untuk membiayai kesehatan? Masihkah kita menolak jika ada yang ingin menggantikan kita untuk membiayai pengobatan?

Selain itu, pernah juga teman saya (bukan sang agen) bercerita bahwa salah satu anggota keluarganya yang berkecukupan memilih untuk tidak berasuransi, kelihatannya tidak masalah.  Beberapa waktu kemudian, sang pencari nafkah terkena penyakit kritis, dan memerlukan pengobatan dalam jangka waktu yang lama. Secara otomatis, pencari nafkah tidak bekerja lagi, uang yang dikumpulkan digunakan untuk membiayai pengobatan, dan para anggota keluarganya juga menurunkan standard hidup mereka. Namun sayang, tak lama setelahnya sang pencari nafkah pergi meninggalkan keluarga untuk selamanya.

Dari sanalah saya semakin berpikir bahwa asuransi itu penting dan perlu, dan saya berubah dari mengatakan “tidak” menjadi “ya”.

Mungkin jika masih ada yang mengatakan “TIDAK”, saya setuju jika memang:

  • Orang tersebut TIDAK AKAN meninggal
  • Orang tersebut TIDAK AKAN sakit selamanya
  • Orang tersebut TIDAK SAYANG keluarga

Mari teman-teman, miliki asuransi mulai dari sekarang. Kalu bukan sekarang, kapan lagi?

Salam,

Caroline
Allianz Life Indonesia
SMS/WA: +628551140663
ca12olin3@gmail.com