Lindungi Penghasilan Kita

Income-Protection-Insurance

Di usia yang produktif dan sehat tentunya kita memiliki penghasilan, baik yang profesinya sebagai pengusaha maupun karyawan. Penghasilan yang kita dapatkan setiap bulan, akan kita sisihkan beberapa persen untuk dipakai sebagai pengeluaran.

Teman-teman, disini saya list beberapa jenis pengeluaran, silahkan dijawab manakah 5 jenis yang menjadi pengeluaran Anda setiap bulannya:

  • Makanan
  • Biaya pendidikan
  • Bantu orangtua
  • Bayar sewa rumah / kost
  • Cicilan (rumah, handphone, mobil)
  • Tagihan rumah tangga
  • Belanja pakaian & kebutuhan lain
  • Biaya pengobatan
  • Rekreasi & hiburan

Baik, terima kasih jika sudah memilih.

Ijinkan saya bertanya kembali: dapatkah penghasilan kita berhenti?

Mungkin sedikit membingungkan untuk dijawab, tapi penghasilan dapat berhenti.

Apakah sebabnya? ternyata ada beberapa hal yang bisa menyebabkan penghasilan kita berhenti, yaitu:

1. PHK/bangkrut => Penghasilan berhenti.

2. Sakit kritis => Butuh biaya besar, tentunya bisa menyedot penghasilan dan menghabiskan aset/tabungan. Otomatis penderita sakit kritis tidak dapat bekerja & penghasilan menjadi berhenti atau berkurang secara signifikan.

3. Cacat tetap => Tidak mampu bekerja, penghasilan berhenti atau berkurang signifikan.

4. Meninggal dunia => Tidak bekerja lagi, penghasilan berhenti.

Jika di PHK atau bangkrut, masih bisa dicari solusinya dengan mencari pekerjaan baru dan membuka usaha baru.

Namun, jika yang terjadi adalah sakit kritis, atau cacat tetap yang memerlukan biaya besar dan menguras tabungan dari penghasilan, bagaimanakan solusinya? Dan jika meninggal, adalah yang dapat ditinggalkan untuk keluarga?

solusinya adalah dengan memiliki TAPRO.

Apakah TAPRO?

TAPRO merupakan program perlindungan dari Allianz yang melindungi penghasilan dari risiko: sakit kritis, cacat tetap (akibat sakit ataupun kecelakaan), dan meninggal dunia.

Dibawah ini adalah perbandingan antara tabungan biasa dan TAPRO:

tapro-untuk-usia-30-tahun

Di tabungan biasa, jika terjadi musibah sakit kritis atau  kecelakaan yang menyebabkan cacat / meninggal, dana yang sudah terkumpul akan ditarik dan digunakan untuk berobat. Tabungan jadi berkurang secara signifikan atau bisa jadi habis.

Sedangkan di TAPRO:

1. Jika nasabah mengalami 1 dari 49 kondisi penyakit kritis sebelum usia 70 tahun, akan mendapatkan uang pertanggungan sebesar 1 miliar.  Uang ini bisa digunakan untuk biaya pengobatan penyakit kritis, atau menggantikan penghasilan yang hilang jika tidak bisa bekerja lagi akibat sakit kritis tersebut.

2. Jika mengalami kecelakaan yang berakibat cacat atau meninggal dunia sebelum usia 65 tahun, akan mendapatkan uang pertanggungan sebesar 1 miliar. Jika meninggal dunia karena kecelakaan, manfaat akan ditambahkan dengan uang pertanggungan meninggal dunia (nomor 4), sehingga diberikan uang 2 miliar untuk ahli warisnya, plus nilai investasi yang ada pada saat itu.

3. Jika mengalami cacat tetap total karena sakit atau kecelakaan sebelum usia 65 tahun, akan mendapatkan uang pertanggungan sebesar 1 miliar. Uang ini tentunya akan bermanfaat untuk menggantikan penghasilan karena tidak bisa bekerja akibat kehilangan fungsi anggota tubuh secara menetap.

4. Jika mengalami 1 dari 49  kondisi kritis sesuai ketentuan polis atau cacat tetap total, akan dibebaskan dari pembayaran premi dan setoran preminya diteruskan oleh Tapro hingga usia 65 tahun.

Itulah manfaat TAPRO untuk melindungi penghasilan kita, yang merupakan hal penting dalam hidup kita.

Jika Anda ingin bertanya dan atau ingin memiliki TAPRO silahkan menghubungi saya.

Salam,

Caroline
Allianz Life Indonesia
SMS/WA: +628551140663
ca12olin3@gmail.com

 

 

Advertisements

Katakan “Tidak” Untuk Asuransi Jika…

say-no.jpg

Halo teman – teman, berkaitan dengan judul kali ini saya ingin sedikit flash back ke belakang ya..beberapa tahun yang lalu ketika saya didatangi agen asuransi yang merupakan teman saya, apakah saya langsung mengatakan “ya” dan “setuju”?

Sama seperti kebanyakan teman-teman yang mungkin belum merasa perlu, saat itu kata yang keluar dari mulut saya adalah “nanti saja”, “belum perlu”.

Lalu apa yang membuat saya sekarang ini memutuskan untuk memiliki asuransi?

Terlepas dari profesi saya sebagai seorang agen Allianz, saya pernah bekerja di bidang kesehatan. Pada saat itu saya banyak bertemu dengan bermacam-macam client dengan keluhan kesehatan. Setelah pengobatan selesai dan keluar rincian biaya, diantara mereka yang tidak memiliki asuransi mengeluhkan biaya pengobatan yang mahal! Disini tepat deh pepatah sehat itu mahal.

Jika sehat itu mahal, siapkah kita jika penghasilan yang kita kumpulkan dikeluarkan hanya untuk membiayai kesehatan? Masihkah kita menolak jika ada yang ingin menggantikan kita untuk membiayai pengobatan?

Selain itu, pernah juga teman saya (bukan sang agen) bercerita bahwa salah satu anggota keluarganya yang berkecukupan memilih untuk tidak berasuransi, kelihatannya tidak masalah.  Beberapa waktu kemudian, sang pencari nafkah terkena penyakit kritis, dan memerlukan pengobatan dalam jangka waktu yang lama. Secara otomatis, pencari nafkah tidak bekerja lagi, uang yang dikumpulkan digunakan untuk membiayai pengobatan, dan para anggota keluarganya juga menurunkan standard hidup mereka. Namun sayang, tak lama setelahnya sang pencari nafkah pergi meninggalkan keluarga untuk selamanya.

Dari sanalah saya semakin berpikir bahwa asuransi itu penting dan perlu, dan saya berubah dari mengatakan “tidak” menjadi “ya”.

Mungkin jika masih ada yang mengatakan “TIDAK”, saya setuju jika memang:

  • Orang tersebut TIDAK AKAN meninggal
  • Orang tersebut TIDAK AKAN sakit selamanya
  • Orang tersebut TIDAK SAYANG keluarga

Mari teman-teman, miliki asuransi mulai dari sekarang. Kalu bukan sekarang, kapan lagi?

Salam,

Caroline
Allianz Life Indonesia
SMS/WA: +628551140663
ca12olin3@gmail.com

 

 

Update Polis Itu Penting

update.jpg

 

Teman-teman sekalian, apakah Anda sudah menjadi nasabah asuransi selama 5 tahun atau bahkan sudah 10 tahun?

Ayo..Masih ingatkah Anda dimana menyimpan buku polis?

Kapan Anda terakhir kali membuka dan membaca polis asuransi Anda?

Atau jangan-jangan tidak pernah di baca sama sekali sejak menjadi nasabah?

Perlu diingat loh teman-teman:

Buku Polis adalah barang yang sangat berharga, karena di butuhkan waktu ada klaim. Simpanlah di tempat yang layak, dan baca buku polis Anda.

Masih sesuaikah nilai uang perlindungan (UP) dengan kondisi sekarang? kenapa harus diupdate?

Saya coba jelaskan melalui ilustrasi dibawah ini

Ibu A yang memiliki  seorang anak dan sudah memiliki polis unit link untuk dirinya dan anaknya sejak tahun 2005. Saat itu usia anaknya masih 7 tahun . Jumlah premi per bulan untuk polis anaknya sejak 2005 sebesar 1 juta dengan manfaat sebagai berikut: uang pertanggungan jiwa (UP dasar) sebesar 200 juta, UP sakit kritis sebesar 50 juta dan kamar rawat inap di rumah sakit sebesar 500 ribu per hari.

Dengan usia sang anak yang saat ini sudah 20 tahun, disertai biaya pengobatan yang makin mahal dari tahun ke tahun, apakah nilai uang pertanggungannya masih mencukupi?

Biaya pengobatan untuk sakit kritis sekarang ini lebih dari 100 juta. jika uang pertanggungan dari polis yang dimiliki sekarang, tentulah tidak mencukupi bukan?

Kamar di rumah sakit pun semakin tahun semakin naik tarifnya. Jika di tahun 2005 dengan 500 ribu bisa menempati kamar VIP, maka bisa jadi di tahun ini tarif tersebut untuk kamar kelas 1 atau 2 (tergantung tarif dari setiap rumah sakit).

Dari ilustrasi tersebut, sangat bijaksana jika kita mereview kembali polis kita.

Bila UP kekecilan dengan kondisi sekarang atau perlindungan kurang lengkap, sudah saatnya Anda segera lakukan update polis agar manfaatnya bisa Anda rasakan secara maksimal pada saat klaim dan premi yang dibayar sesuai dengan manfaat.

Di TAPRO Allianz tersedia perlindungan lengkap dengan manfaat maksimal.

Salam,

Caroline
Allianz Life Indonesia
SMS/WA: +628551140663
ca12olin3@gmail.com

 

 

Investasi Pada Unit Link

invest.jpg

Hi teman- teman, sekarang ini istilah unit link sudah umum didengar. Sebagian besar perusahaan asuransi mempunyai produk unit link. Nah, di produk unit link terdapat proteksi & investasi. Kedua hal tersebut tidak terpisahkan. Kali ini saya ingin membagikan beberapa manfaat investasi dari unit link.

Pada setiap polis asuransi tentunya terdapat biaya asuransi. Biaya asuransi ini dibayarkan setiap bulan pada saat kita sebagai nasabah membayar premi asuransi.  Jika nasabah menginginkan cuti premi setelah tahun tertentu (di Allianz bisa setelah 5 tahun), maka nasabah tidak perlu membayar premi. Jika nasabah cuti premi setelah 10 tahun, disinilah dana investasi yang terbentuk selama 10 tahun digunakan untuk membayar biaya asuransi.

Untuk cuti premi, nasabah jangan langsung berhenti bayar premi. Lakukanlah sesuai prosedur dengan form cuti premi.

Dikarenakan dana investasi yang terbentuk digunakan untuk membayar biaya asuransi, maka premi menjadi flat (tidak berubah & tetap sama) sampai akhir masa kontrak

Mirip dengan investasi lainnya,  investasi pada unit link pun bersifat mengembangkan dana agar bertumbuh dari modal awal. Dana terbentuk dapat ditarik ketika nasabah membutuhkan.

Bisa saja ada beberapa individu  diantara saya dan tema-teman lebih menekankan investasi, sehingga alokasi premi top up diperbesar dan manfaat proteksinya tidak terlalu besar.

Bebas resikokah investasinya?  yang namanya investasi tidak lepas dari terjadinya risiko, jadi dana yang terbentuk tidak bisa dipastikan berapa nilainya. Saran saya sesuaikan karakter masing-masing dengan jenis investasi pada unitlink, karena sesuai dengan hukum investasi risk dan return berbanding lurus.

Sebagai pengingat dan penutup, yang dijamin dalam asuransi adalah PROTEKSI, bukan INVESTASI.

Demikianlah teman-teman, semoga tulisan kali dapat menjadi tambahan wawasan 🙂

Salam,

Caroline
Allianz Life Indonesia
SMS/WA: +628551140663
ca12olin3@gmail.com

 

Resolusi Tahun Baru

 

Screenshot_20180109_000257

Selamat Tahun Baru teman-teman! Semoga makin banyak rejeki di tahun ini 🙂

Setiap mengawali tahun, masing-masing individu pada umumnya sudah memperisapkan resolusi untuk kehidupan yang lebih baik. Beberapa orang yang saya kenal, memiliki resolusi berolahraga setiap hari untuk menjaga kesehatan tubuh mereka, ada juga yang memiliki resolusi untuk berhenti merokok.

Mungkin diantara kita memiliki resolusi yang cukup banyak dan sudah dituliskan. Intinya dari membuat resolusi adalah agar kehidupan lebih baik dari sebelumnya.  Berapapun dan apapun resolusi yang sudah Anda tuliskan, silahkan cek kembali sudahkah Anda memasukkan untuk memiliki polis asuransi ataupun upgrade polis asuransi dalam resolusi Anda? Jika belum, silahkan dimasukkan dalam resolusi Anda ya!

Kenapa?

Teman-teman, tahun selalu berganti. Jika kita menoleh ke tahun yang baru saja berlalu, apakah peristiwa atau kejadian yang sudah terjadi di tahun sebelumnya bisa kita prediksikan lebih awal? tentu saya maupun Anda tidak bisa memperdiksikannya. Sama halnya dengan tahun yang sekarang ini, tidak ada yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi pada diri kita.  Karenanya akan lebih bijaksana jika teman-teman bisa memiliki proteksi diri dan keluarga sebagai bentuk perlindungan dari ketidakpastian yang mungkin saja bisa terjadi.

Tanpa bermaskud menggurui, sedia payung sebelum hujan tentunya sangat baik dibandingkan dengan mencari payung pada saat hujan bukan?

Semoga di tahun ini, akan semakin banyak diantara teman-teman yang berkata “ya” untuk memasukkan proteksi asuransi sebagai salah satu resolusi.

 

Salam,

Caroline
Allianz Life Indonesia
SMS/WA: +628551140663
ca12olin3@gmail.com

Handphone Itu Kebutuhan, Kalau Polis Asuransi?

handphone

Teman – teman sekalian, setujukah jika handphone sekarang ini sudah menjadi kebutuhan pokok? Benda ini dimiliki oleh hampir semua orang, bahkan cenderung tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari – hari kita. Setiap hari, baik saya maupun teman-teman pastinya sering menggunakannya, entah itu untuk sekedar telepon, membuka instagram, facebook, whatsapp, ataupun BBM.

Nah sekarang pertanyaannya: jika handphone kita rusak dan tidak dapat diperbaiki, akankah kita membeli handphone baru?

Tentunya sebagian besar dari kita pasti menjawab: Ya, karena handphone sudah menjadi kebutuhan pokok. 

Jika handphone menjadi kebutuhan, bagaimana dengan polis asuransi? sudahkah teman – teman memperlakukannya sebagai kebutuhan?

Masih banyak diantara kita yang minim pemahaman dan kurang peduli akan asuransi, bahkan survey membuktikan hanya 2% dari total penduduk Indonesia yang memiliki polis, dan 95% dari orang tersebut tidak mengetahui isi polisnya.

Sebagai seorang agen asuransi, saya ingin memberikan edukasi asuransi kepada masyarakat, terlepas dari nama perusahaan asuransi apapun itu, saya berharap masyarakat Indonesia semakin hari semakin terbuka wawasannya dan mengerti serta sadar asuransi.

Saya ingin memberikan manfaat untuk membantu keluarga yang membutuhkan dana tunai disaat dana tunai itu sangat diperlukan.

Harapan saya kedepannya akan semakin banyak masyarakat yang memperlakukan asuransi sebagai kebutuhan pokok.

Semoga tulisan ini dapat membuka pikiran teman-teman.

Salam,

Caroline
Allianz Life Indonesia
SMS/WA: +628551140663
ca12olin3@gmail.com

 

Sebuah Kisah Klaim

klaim

Tidak ada yang pasti dalam hidup ini, kecuali kematian.

Kali ini Allianz membantu nasabah untuk proses klaim meninggal dunia, nasabah baru membayar premi sebanyak 2 kali.

Usia nasabah 61 tahun, premi sebesar Rp 400.000, UP jiwa Rp 130.000.000.

Semoga dengan dilancarkannya proses klaim tersebut dapat membantu keluarga yang ditinggalkan.

Caroline
Allianz Life Indonesia
SMS/WA: +628551140663
ca12olin3@gmail.com